Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Maret 2010

KENAPA HARUS IKHLAS ???

Ketika saya dihadapkan pada suatu kebimbangan saat menghadapi “operasi” di saat sakit tepat di hari ulang tahun saya, 15 Desember.. saya ikhlas & penuh kepasrahan melalui tangan seorang dokter yang akan mengambil “utusan” dalam tubuh saya. Saya ikhlaskan kepada Yang Maha Penyembuh bahwa saya milik-Nya dan akan kembali ke pada-Nya, sang Maha Pemilik.

Ketika saya berada dalam kegundahan hati yang teramat sangat.. Saya pasrahkan & ikhlaskan kepada Yang Maha Pemberi Jodoh. “Ya Rabb, Engkau Maha Berkehendak & Maha Mengetahui yang terbaik buat hambanya, tunjukilah aku jalan-Mu ya Rabb..”

Keikhlasan kembali menyapaku lewat sebuah pilihan masa depan.. sudah kugantungkan mimpi dan cita cinta itu.. sudah pula ku genggam.. namun hilang sekejab hanya karena..??? “Ya Rabb, Engkau telah menggariskan jalan kehidupanku dalam LaumakhfudzMu.. hamba ikhlas menjalani semua ini, kehendak-Mu adalah terbaik untuk ku, sekarang dan nanti..”. Saat ini, ada yang berusaha menuntunku menemukan kembali mimpi kecil itu.. Saya hanya percaya bahwa pertolongan-Nya akan datang.. mungkin melalui hamba-Nya yang lain.. Subhanallah…

Ikhlas, satu kata hebat yang mampu mengambil energi kepasrahan diri yang sangat mendalam, membawa diriku hingga tanpa beban.. lapang & totalitas utuh kepada-Nya. Karena setiap tawa, gembira, tangis, sedih, hidup, dan matiku ini hanya untuk Rabb ku…



doubLe_dE BABS @Corps






BacaSelengkapnya...

Senin, 23 November 2009

SEJARAH NABI MUHAMMAD SAW MASA AWAL BI’TSAH



print this page Cetak

Bismillahirrahmanirrohim, aku bersaksi bahwa tiada tuhan melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah. Allah telah mengutusnya sebagai pembawa hidayah, pemberi berita gembira, pemberi peringatan, dan penyeru kepada agama Allah dengan Izin-Nya, dan sebagai cahaya yang menerangi. Dengannya, Allah menghidupkan hati, mengetuk telinga, menerangi akal, dan membukakaan mata. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam yang banyak kepadanya, keluarganya dan para sahabatnya.

Diri ini memohon ampun kepada Allah SWT atas keberanian untuk menuliskan sebuah kisah potret manusia agung yang tidak mungkin dapat diceritakan oleh diri ini yang terlalu dangkal ilmunya mengenai sosok nabi Muhammad SAW. Dari hati yang terdalam hamba ini memohon ampun apabila tulisan ini banyak kesalahan dan kekeliruan yang tidak mampu menggambarkan keluhuran dan keagungan nabi Muhammad SAW.

Nabi Muhammad adalah anak dari pasangan Siti Aminah dan Abdullah yang tinggal di jazirah Arab. Muhammad dilahirkan pada tanggl 12 Rabi’ul Awwal tahun gajah. Pada saat malam sebelum kelahirannya, sang ibu bermimpi melihat sebuah cahaya keluar darinya dan menerangi istana-istana raja Syam (Suriah). Sitti Aminah (Ibunda Rasulullah Saw) pernah berkata pula :
Ketika aku mengandungnya, aku tidak merasa bahwa aku sedang hamil. Baru saja keluar dari perutku, ia bersujud di atas bumi. Semenjak lahir, ia sudah bersujud kapada Allah Dzat Yang Maha Tunggal dan Maha Esa, subhanallah.....

Dan jauh sebelum sang ibu melahirkan, sang Ayah telah meninggal dunia, sehingga ia lahir ke dunia ini dalam keadaan yatim. Dan kasih sayang ibunya pun tidak berlangsung lama ia dapatkan, dimana ibunya pun segera menyusul ayahnya ke alam barzah. Dengan demikian tinggallah ia seorang diri tanpa ayah-bunda. Ketika kecil Muhammad pernah dibawa oleh Halimah as-Sa’diyah ke perkampungan Bani Sa’ad untuk disusukannya. Ada riwayat yang menceritakan Halimah mengatakan : Ketika masih kecil dulu, Nabi Muhammad saw pernah keluar tenda, kemudian merenung tentang bintang-bintang, langit, dan malam. Aku (Halimah) mengembalikannya ke dalam tenda. Namun, malamnya ia keluar lagi untuk memandang langit. Kali ini ia berkata, “siapakah yang menciptakan langit? Siapakah yang menciptakan bintang-bintang? Dan siapakah yang menciptakan alam semesta ini?” Maha suci Allah, banyangkan anak kecil yang baru berusia dua tahun sudah merenung tentang bintang-bintang, langit dan malam.

Sepeninggal kedua orang tuanya, kemudian kakeknya Abdul Muthalib mengasuhnya dengan penuh kasih saying, bahkan ketika ia duduk untuk makan, ia berkata, “ Aku tidak mau makan sampai kalian mendatangkan Muhammad.” Ketika mereka mendatangkan Rasulullah saw, beliau duduk di dekat kakeknya itu. Kalau sang kakek hendak bepergian, ia selalu membawa cucu tercintanya itu pergi bersamanya.

Namun, ketika usia beliau baru menginjak delapan tahun, ‘Abdul Muthalib’, sang kakek meninggal dunia. Sepeninggal kakeknya beliau diasuh oleh pamannya Abu Thalib. Namun sayang, sang paman meninggal dalam keadaan musyrik. Beliau telah telah berusaha untuk menunjukkan pamannya itu kejalan Allah (Islam). Namun catatan takdir telah menuliskan , “ Sesungghnya kamu tidak akan memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendakiNya. “ (QS al-Qashash [28]: 56)


Abu Thalib sangat menyayangi dan melindungi Nabi Muhammad saw, dan sangat menghawatirkan keselamatan dirinya. Dalam sebuah sirah dikatakan bahwa ketika orang-orang kafir Quraisy mendatangi Abu Thalib dan mereka berkata kepadanya, “wahai Abu Thalib, sesungguhnya anak saudara laki-lakimu itu telah menghina tuhan-tuhan kami, mencerca kami, dan menyerapahkan harapan-harapan kami. Jika saja ia terkena sihir, maka kami akan mengobatinya, Jika saja ia menginginkan kekuasaan, kami akan mengangkatnya sebagai penguasa. Jika ia menginginkan harta benda, kami akan mengumpulkan harta benda untuknya. Dan jika ia menginginkan seorang istri, maka kami akan mengawinkannya dengan seorang gadis yang paling cantik di kota Mekkah ini.”

Perkataan orang-orang Quraisy ini disampaikan oleh Abu Thalib kepada Raulullah saw. Mendengar itu, beliau berkata, “Wahai pamanku! Demi Dzat Yang jiwaku ada di Tangan-Nya, seandainya mereka meletakan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan urusan (agama islam) ini, aku tidak akan pernah meninggalkannya sampai aku berhasil atau aku mati karenanya.”

Rasulullah SAW, sewaktu berada di bawah pengurusan pamannya, merupakan contoh ideal bagi sikap qana’ah dan jauh dari perbuatan-perbuatan sia-sia yag biasa dilakukan oleh anak-anak kecil seusianya. Demikian seperti diriwayatkan oleh Ummu Aiman, wanita yang pernah mengurusnya. Itu tidak lain karena beliau sedang dipersiapkan oleh Allah untuk mengemban tugas menunjukkan umat manusia kepada Tuhan semesta alam. Tugas suci itu benar-benar terbukti. Akhlak dan perilaku Rasulullah tidak pernah ternodai oleh akhlak dan perilaku yang buruk. Tidak pernah ada penyimpangan dalam perilaku beliau. Sejak kecil hingga dewasa rasulullah mendapatkan julukan sebagai ‘al-amin’ atau orang yang terpercaya, julukan ini diberikan oleh penduduk Mekkah pada saat itu karena keluhuran dan kemuliaan akhlak beliau yang terbukti dan diakui oleh masyarakat Arab.

Ketika usia Nabi saw menginjak 25 tahun, beliau pergi ke Syam untuk ke dua kalinya setelah dahulu pernah di ajak oleh pamannnya untuk berdagang. Pada waktu itu, Khadijah binti Khuwailid al-Asadiyah adalah seorang saudagar kaya, dan suaminya telah meninggal. Kini usianya 40 tahun. Ia mencari seorang pemuda di kota Mekkah yang kiranya sanggup menjalankan roda perdagangan yang dimilikinya. Pemuda yang dicarinya adalah pemuda yang jujur. Ia tidak menemukan pemuda yang dicarinya selain Rasulullah saw yang terkenal dengan julukan al-amin. Sejak barang dagangannya di bawa oleh Rasulullah, barang-barang selalu laku terjual dan Khadijah selalu mndapatkan kuntungan yang besar. Sepulangnya beliau dari perjalanan bisnis ke Syam, Khadijah “ mengajukan’ dirinya kepada pemuda mulia itu untuk dinikahi. Beliau menerima pengajuan itu, lalu menikahinya.

Khadijah adalah sosok perempuan yang cerdas dan bijak lagi santun. Dialah yang selalu menghembuskan kekuatan moril ke dalam hati Rasulullah saw dan menguatkan tekad beliau di waktu-waktu yang sulit. Kepadanyalah Rasulullah saw mengadukan luka, derita, kesedihan, perjuangan, dan siksaan yang diterimanya dari kaumnya.

Ciri-ciri kenabian pada diri rasulullah telah terlihat dari mulai dia lahir, anak-anak,remaja dan dewasa. Diantara buktinya adalah pada saat rasulullah berumur 12 tahun diajak pamannya Abu thalib pergi ke Syam (Suriah) untuk berdagang, ketika dalam perjalanan rasulullah dan pamannya bertemu dengan pendeta nasrani bernama Buhaira. Ketika melihat Muhammad, ia tahu bahwa anak itu kelak akan menjadi seorang Nabi Allah, ia melihat tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad seperti yang diterangkan dalam kiatab Taurat dan Injil. Buhaira berpesan kepada Abu Thalib, agar berhati-hati dari orang-orang Yahudi yang akan mendengki dan akan mengganggu anak saudara laki-laki Abu Thalib. Mendengar keterangan sang pendeta tentang Muhammad, Abu Thalib bergegas pulang ke Mekkah.

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tahu bahwa Muhammad adalah seorang nabi yang di utus oleh Allah seperti yang dikabarkan dalam kitab Taurat dan Injil, namun kedengkian, kebencian dan permusuhan telah menghalangi untuk mengatakan dan mengakui kebenaran tersebut. Orang – orang Yahudi sebelumnya sengaja datang ke Madinah,hidup bersama-sama orang Arab. Sebab, mereka membaca Taurat dan Injil dan menemukan berita tentang Rasulullah saw. Mereka menantang orang-arang kafir dan musyrik Arab dengan mengatakan “ Nanti akan muncul seorang nabi, kami akan memerangi kalian bersamanya” mereka mengatakan demikian karena mengira bahwa Rasulullah saw itu akan berasal dari kalangan Yahudi. Mereka juga menyebutkan sifat-sifat nabi yang akan datang itu, bahwa ia seorang laki-laki memiliki tinggi badan sedang, kulitnya putih kemerahan, ummi (tidak bias baca tulis), keluar diantara pohon-pohon kurma, menerima hadiah tapi tidak menerima sedekah, mempunyai kekuatan fisik yang sebanding dengan kekuatan 30 orang, dan ketika tidur, yang tidur hanya matanya sedang hatinya tidak. Semua ini adalah ciri-ciri Rasulullah.

Ketika orang-orang Yahudi melihat ciri-ciri tersebut ada pada diri Muhammad yang keturunan dari bangsa Arab, serta-merta mereka mengingkarinya dan berkata “ Bukan, dia bukan seorang rasul.” Ketika itu orang-orang al-Aus dan al-Khazraj berkata kepada orang-orang Yahudi, “ Inilah Nabi yang kalian beritakan kepada kami dahulu, dan ciri-cirinya sesuai dengan apa yang kalian sebutkan.” Orang yahudi malah berkata “Bukan, bukan dia orangya” Maka Allah SWT berfirman, ”Ketika datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu.” (QS. Al-Baqarah [2]:89)

Ketika usia nabi menginjak 40 tahun, setelah kedewasaan dan pengendalian mentalnya sempurna, turunlah wahyu kepada beliau. Umur 40 tahun merupakan usia dimana seseorang telah mencapai tingkat kesempurnaan dalam hal kesiapan mental dan kedewasaan. Sebagaimana firman Allah mengatakan, “…..sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun….”

Ketika itu beliau saw sering keluar dari kota Mekkah dan menyendiri (ikhtila’) di sebuah tempat yaitu di gua Hira, ia menyendiri dan beribadah di gua tersebut selama beberapa malam. Kemudian beliau keluar dari gua untuk pergi kerumah untuk megambil perbekalan untuk melanjutkan ikhtila’ nya.

Pada suatu hari, ketika beliau berada di dalam gua, tiba-tiba seorang laki-laki masuk. Dia adalah malaikat Jibril. Rasulullah saw tidak mengenal dan tidak mengetahui siapa laki-laki tersebut. Begitu datang, Jibril langsung berkata kepadanya “Bacalah!” Nabi menajawab, “Aku tidak bisa membaca.” Jibril berkata kembali, “Bacalah!” Nabi menjawab, “Aku tidak bisa membaca.”
Kemudian malaikat jibril memeluk nabi erat-erat lalu berkata, “Bacalah dengan [menyebut] Tuhanmu Yang telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan tuhanmulah Yang Paling Pemurah.” (QS. Al-‘Alaq [96]:1-3)

Selanjutnya Jibril membiarkanNabi membaca ayat yang baru dibacakannnya. Nabi saw gemetar dan sangat ketakutan atas kejadian yang tiba-tiba dan mengagetkan ini. Pikir beliau, dari mana gerangan laki-laki ini datang? Kemudian Beliau mencari Jibril, tetepi beliau tidak menemukannya lagi. Masih dalam keadaan ketaktan dan gemetar Nabi pulang menemui Khadijah. Sesampainya di rumah Khadijah, nabi berkata, “selimutilah aku, selimutilah aku!” Khadijah pun menyeliuti Beliau. Nabi berkata, “Aku khawatir akan diriku,” . mendengar itu Khadijah berkata, “sekali-kali tidak, demi Allah.” Allah tidak akan menghinakanmu selamanya. Sesungguhnya engkau selalu menyambungkan sailaturahmi, menanggung beban orang, membantu orang yang membutuhkan, dan menolong orang yang membela kebenaran,”
Setelah kejadian itu, turun lagi ayat yang berbunyi, “Wahai orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan! Dan Tuhanmu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa tinggalkanlah.” (QS.al-Muddastir [74]: 1-5)

Kemudian , untuk beberapa waktu wahyu tidak turun kepada beliau. Tentu saja Nabi merasa takut, sedih dan galau. Masa terputusnya wahyu adalah selama 40 malam. Dalam kesedihan tersebut ada sebuah riwayat bahwa pada masa-masa itu beliau naik ke puncak gunung dan terbesit keinginan untuk melemparkan dirinya dari gunung tersebut. Dalam kesedihan yang mendalam seperti itu, seorang wanita musyrik yang sudah renta berkata, “Tuhan Muhammad telah membencinya dan setannya telah meninggalkannya.” Maka turunlah ayat yang berbunyi, “Demi waktu matahari naik sepenggalahan, dan demi malam apabila telah sunyi, Tuhanmu tidak akan meninggalkan kamu dan tiada [pula] benci kepadamu.” Ayat ini jawaban bahwa, Allah SWT bersumpah demi waktu dhuha dan dengan kesunyian malam, bahwasanya Dia tidak membenci, meninggalkan, membiarkan, menjauhkan, dan menelantarkan Muhammad. Sebab beliau adalah kekasih Allah.
Kemudian wahyu-wahyu berikutnya turun dari Allah kepada Nabi saw secara berangsur-angsur dan setiap turun wahyu Nabi segera menyampaikannya kepada para sahabat dan penduduk Arab yang hidup pad jaman itu,

Demikianlah kisah awal Nabi Muhammad saw menerima wahyu dari Allah SWT dapat saya sampaikan, mudah – mudahan kisah ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya serta mampu meningkatkan rasa cinta dan sayang kita pada Nabi Muhammad kekasih Allah.
Wa’allu A’lam…….


BacaSelengkapnya...

Sabtu, 21 November 2009

to BE a HERO .. MAU???


print this page Cetak


Hero. Klo ditranslate sih artinya pahlawan. Sebuah kata yang enggak asing kita denger malahan mungkin kita pernah nonton film2 tentang pahlawan misal: Spiderman, X-men, the Last Samurai atau mungkin sampe Naga Bonar. Klo misalnya ada yang nanya begini “Pengen enggak sih klo kita disebut sebagai seorang pahlawan ?’. Kayaknya banyak deh yang pengen seorang pahlawan. Trus ada pertanyaan lagi, “ Pantes nggak kita dipanggil pahlawan ?” nah lho klo dah gitu bingung deh kita ngejawabnya.
Sebelum ngejawab pantes ato nggak, pertanyaan yang muncul adalah “ Siapa sih sebenarnya pahlawan yang paling besar bagi kita ?’. Klo yang ditanya adalah seorang muslim, kayaknya jawabannya adalah Nabi kita, Muhammad SAW. Lho kenapa Nabi Muhammad ? Ya karena beliaulah orang yang paling berjasa bagi kita semua. Michael Heart aja yang nulis buku tentang 100 orang paling berpengaruh di Dunia milih nabi Muhammad SAW di urutan paling wahid. Pahlawan itu kan orang yang berjasa, dan mempengaruhi hidup kita . iya kan ? Contohnya adalah orang tua kita. Mereka itu kan sebenarnya pahlawan bagi kita. Punya jasa dan pengaruh yang gede ama kita kan ? Nah, Nabi Muhammad lebih2 dong. Beliau itu orang yang sudah menunjukkan kita bagaimana bertauhid ama Allah SWT. Jadi orang muslim. Bikin kita lolos dari ancaman neraka loh –amin ya Allah. Berarti beliau oranng yang paling berjasa dan berpengaruh bagi kita kan ?
Klo dah gitu, berarti klo pengen jadi seorang pahlawan berarti kita mesti niru Nabi Muhammad SAW. Intinya sih jadi muslim sejati deh. Nah, klo pengen jadi muslim sejati, kita harus punya karakter2 kayak berikut ini.


1. kudu punya Iman yang lurus/kuat ( Salimul Aqidah)
Syarat pertama jadi muslim/ah sejati adalah iman (rukun iman) kita kudu bener, nggak boleh ada cacat. Kalau belum beriman, sok syahadat dulu (mumpung kita belum pulang ke akhirat lho). Kalau yang udah beriman, ya mbok imannya jangan dikotori dong (syirik). Jangan percaya ramalan (mis, zodiak); jangan percaya dukun (klo emang dukun itu sakti kok nggak kaya-kaya); jangan minta do’a dari kuburan/orang yang sudah meninggal walaupun itu ulama (Wong harusnya orang meninggal yang dido’ain sama kita, kok kita yang malah minta do’a sama yang udah meninggal??. Inget kan QS An Nisa ayat 48 ”Sesungguhnya Allah tak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukanNya..” Nah kalau Allah nggak mau ngampuni kita, masalahnya gede dan nggak akan beres-beres. Udah gitu balasannya menakutkan (neraka). So, keep clean our faith and istiqomah dong.

2. mesti bener ibadahnya (Shahihul ibadah) Setelah itu, ibadah kita mesti bener
Shalat kita ’n ibadah kita kudu sesuai sama yang diajarkan Rasulullah SAW. Shalat sebagai ibadah yang paling penting mesti kita kasih perhatian lebih. Inget kan hadist nabi dengan sanad dari umar ra kalau amalan yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah shalat, bila baik shalatnya maka amalnya akan diterima dan bila buruk shalatnya maka rusaklah seluruh amalnya. Shalatnya dilaksanakan pada awal waktu, di masjid (bagi pria), ’n jangan bolong-bolong (takutnya masih ada yang bolong-bolong) masak sih kalah sama para generasi yang sudah lebih dulu (umurnya) dari kita. Jangan lupa penuhi rukun islam lainnya (haji kalau mampu) ’n kita masih bisa nambah lagi lewat ibadah2 sunah, infak dan lainnya. Buat nambah2in ibadah kita. Siapa tahu ibdah kita banyak yang kagak sempurna. Klo bisa sih amal jariyah. Klo mo beramal nggak usah setengah2. Yang setengah2 kan nanggung. Mendingan sekalian aja yang all out.

3. Akhlak kita harus mulia (matinul khuluq)
Akhlak kita juga harus mulia. Masak sih seorang muslim akhlaqnya tercela? Mana boleh kayak gitu. Berbuat baiklah sama ortu kita, saudara ’n kerabat kita, dosen kita, ’n juga temen2 kita. Allah menyuruh kita berbuat baik seperti pada QS Al Isra:23 ” .. dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu..” atau QS Al Isra:26 ” Dan berikanlah haknya kepada kaum kerabat dekat, dan juga kepada kaum miskin..”.

4. Pikiran (ilmu) kita musti luas ( mutsaqal fikr)
Seorang muslim harus memiliki pengetahuan yang luas. Ilmu agama sifatnya fardu ’ain, so jangan malu tanya sama orang yang ilmu agamanya luas, trus selain ilmu agama juga ilmu di bidang lain (iptek, sosial, dll) ’n nggak dibatasin pada satu bidang aja. Apalagi kita adalah mahasiswa/i, maka kesempatannya terbuka lebar. Kita bisa bertanya sama dosen2 kita ’n cara lainnya seperti internet, dll. Selain itu, kita juga berprestasi. Insya Allah masih ingat kan QS Al Mujadalah:11 yaitu ” ..Allah akan mengangkat beberapa derajat orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang berilmu beberapa derajat..”

5. Kita musti bermanfaat ( nafi’un lighairih)
Trus, kita musti bermanfaat bagi orang lain, tidak hanya bagi kita sendiri aja. Emangnya enak gitu kalau orang lain nggak kita tuh ada or nggak ada itu sama aja? Masak kita dianggap angn lalu ( angin aja masih dianggap, coz bisa ngerasa kalau ada angin lewat). Islam kan rahmatan lill ‘alamin “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam” (QS Al Anbiya,21:107) selain itu juga ada hadist nabi “ Khairunnas anfauhum linnaas” (sebaik2 manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain). So, jangan ragu2 beramal kepada orang lain. Kita nggak akan rugi kok. ”Barang siapa memudahkan urusan saudaranya ( sesama muslim) maka Allah akan memudahkan urusannya di akhirat ” ( hadist)
Nah, itulah beberapa syarat yang musti penuhi kalau pengen jadi seorang pahlawan sejati. Sebenernya sih masih ada lagi. Lima aja dah bagus kok. Kalau mo bilang syarat2 itu terlalu berat, kita cuma mo ngingetin aja ” siapa yang bilang gampang jadi pahlawan? ” emang udah gitu kali tabiatnya klo jadi pahlawan sejati itu susah. tapi fren, insya Allah kita pasti bisa, Allah SWT pun akan menolong kita. Udah gitu balasannya kan udah jelas ’n pasti tuh, yaitu ridha Allah dan surga. Kalau masih mo bilang kayaknya syarat2 itu terlalu berat deh. Ada temen yang bilang sorry nih, Allah SWT nggak butuh sama kita dan Allah SWT memberi kita petunjuk ’n menjanjikan kita surga karena sifat Allah SWT yang Rahman dan Rahim. Truz, kalau kita yang nggak mau, Allah akan mengganti kita dengan kaum yang mencintai-Nya dan Allah pun mencintai mereka ( silakan lihat QS Al Maidah:54). Wallahu ’alam.







BacaSelengkapnya...

Copyright 2009 Sebuah goresan hati dari bumi raflesia. All rights reserved.
Free WPThemes presented by Leather luggage, Las Vegas Travel coded by EZwpthemes.
Bloggerized by Miss Dothy